Program Kurikulum SMKN 9 Surakarta
Berorientasi pada Lulusan Siap Kerja, Siap Kuliah, dan Siap Berwirausaha
Latar Belakang
Kurikulum SMKN 9 Surakarta dirancang untuk mengantarkan lulusan siap untuk :
Siap Bekerja di perusahaan terbaik.
Siap Melanjutkan ke perguruan tinggi terbaik.
Siap Berwirausaha secara mandiri dan inovatif.
Dalam mendukung rancangan tujuan tersebut, melalui program pemerintah, SMK N 9 Surakarta menjadikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu instrumen pemetaan kemampuan akademik peserta didik.
dan Presentasi Projek dalam memberi penguatan Kompetensi siswa yang telah dicapai.
Arah Program Kurikulum
Sasaran Lulusan : Siap Bekerja
Fokus Kurikulum : Kompetensi vokasi, soft skills, literasi, numerasi, karakter kerja
Contoh Program :
PJBL (Kelas industri, Teaching Factory), PKL berkualitas, sertifikasi kompetensi, pelatihan psikotes dan wawancara (presentasi projek), penyusunan CV dan portofolio digital.
Sasaran Lulusan : Siap Melanjutkan Kuliah
Fokus Kurikulum : Penguatan akademik dan kemampuan berpikir kritis
Contoh Program :
Pembinaan TKA (jadwal- Penyediaan Buku, Penjadwalan) , literasi, numerasi, Bahasa Inggris, pendampingan pemilihan program studi oleh Guru Wali bersama BK.
Sasaran Lulusan : Siap Berwirausaha
Fokus Kurikulum : Jiwa kewirausahaan dan inovasi
Contoh Program :
Teaching Factory, inkubator bisnis, digital marketing, business plan, pameran dan pemasaran produk siswa/Gelar Karya.
Peran Strategis TKA dengan pemanfaatan Hasil TKA sebagai peta potensi akademik siswa untuk menentukan program pembinaan yang sesuai.
Bagi siswa yang siap bekerja, hasil TKA digunakan untuk memperkuat kemampuan literasi, numerasi, penalaran, dan kesiapan menghadapi proses rekrutmen perusahaan.
Bagi siswa yang ingin melanjutkan kuliah, hasil TKA menjadi dasar pembinaan akademik agar mampu bersaing pada seleksi perguruan tinggi.
Bagi siswa yang memilih berwirausaha, kemampuan bernalar dan pemecahan masalah yang tergambar dalam TKA menjadi modal dalam mengambil keputusan bisnis dan mengembangkan usaha.
Dengan demikian, TKA bukan tujuan akhir, melainkan alat diagnosis untuk memberikan layanan pembelajaran yang lebih tepat bagi setiap peserta didik.
Program Prioritas Bidang Kurikulum
Sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan PT
Pembelajaran berbasis proyek(Project-Based Learning) &Teaching Factory.
Integrasi literasi, numerasi, AI, dan teknologi digital dalam pembelajaran.( kerja=?)
Penguatan pembelajaran berbasis hasil TKA melalui program pendampingan akademik. (Jadwal dengan Pengkodean Mapel Khusus), Penyediaan Buku TKA
Sertifikasi kompetensi dan penguatan kelas industri. (Bersama LSP-Kapro)
Pengembangan soft skills, karakter kerja, dan kepemimpinan. (Bersama Kesiswaan)
Program Career Center, Job Matching, dan bimbingan karier. (Bersama Tim BK)
Inkubasi kewirausahaan dan pengembangan usaha siswa. (Guru PKK-Usman)
Monitoring dan evaluasi lulusan (tracer study) sebagai dasar penyempurnaan kurikulum.
Indikator Keberhasilan
Meningkatnya persentase lulusan yang diterima bekerja di perusahaan berkualitas.
Meningkatnya jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi.
Bertambahnya lulusan yang mampu memulai usaha mandiri.
Meningkatnya hasil TKA, literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis.
Meningkatnya jumlah siswa yang memiliki sertifikat kompetensi dan portofolio profesional.
Terjalinnya kemitraan yang lebih luas dengan industri dan perguruan tinggi.
Kesimpulan
Kurikulum SMK berfokus pada keberhasilan lulusan(3 aspek), sedangkan Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dimanfaatkan untuk memaksimalkan potensi peserta didik sehingga pembinaan dapat dilakukan secara tepat sasaran. Dengan demikian, setiap lulusan memiliki peluang terbaik untuk bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi ke perguruan tinggi.