DISKUSI
DISKUSI
Rencana jdwl sdh Dikomunikadikan dgn pakmun
Buku Paket
Raport pendidikan
Rencana Pembelajaran :
berbasis projek, (disiapkan dan disosialisasikan kepada semua guru di kelas/tingkat pada jurusan ibu bapak)
Contoh di DKV output akhirnya ada 3 : Fotografi, Desain Grafis, dan Contencreator)
Busana :
TKJ :
dstnya
Dibuat laporan, oleh Guru Mapel Pilihan (Mapel Sesuai jurusan(2jp) dan Koding Ai(2jp)
Dan di presentasi sbgai solusi point' 3
Diperlukan pembimbingan oleh Guru Wali
RTL hasil Diklat KS di Bekasi/capaian
Pbljrn mengacu Buku paket utk referensi utama, kecuali blm ada buku [ppt, soal]
Usman, kapro dalam gelar karya di penyerahan raport gasal
Tugas akhir siswa kriya adalah sebuah karya cipta berbasis seni kriya yang menunjukkan penguasaan teknik, konsep estetika, dan inovasi, biasanya berupa produk fungsional atau dekoratif yang memanfaatkan bahan dan teknik tertentu (kayu, keramik, tekstil, logam, anyaman, dll.), menjadi proyek akhir untuk menyelesaikan jenjang pendidikan dan seringkali menjadi portofolio untuk dunia kerja, mencerminkan identitas budaya serta kemampuan wirausaha.
Bentuk Tugas Akhir Kriya:
Kriya Kayu: Ukiran, furnitur (meja, kursi), pajangan dengan detail ukiran.
Kriya Keramik: Vas bunga, piring hias, patung keramik dengan teknik pembentukan dan pembakaran.
Kriya Tekstil: Batik, tenun, kerajinan kain dengan pewarnaan dan desain unik.
Kriya Logam: Perhiasan, hiasan dinding, atau benda fungsional dari logam.
Kriya Anyaman: Tas, tikar, atau dekorasi dari serat alam.
Kriya Gabungan: Menggabungkan beberapa teknik dan bahan menjadi satu karya inovatif.
Tujuan Tugas Akhir:
Menguji keterampilan teknis (craftsmanship) dan pemahaman konsep desain.
Menunjukkan kemampuan eksplorasi bahan dan teknik baru.
Mengintegrasikan unsur budaya dan kekinian.
Menjadi portofolio profesional untuk wirausaha atau desainer.
Prosesnya Meliputi:
Konsep & Ide: Penentuan tema dan gagasan desain.
Riset & Eksplorasi: Mendalami bahan, teknik, dan referensi.
Produksi: Pembuatan karya secara langsung.
Ujian/Presentasi: Mempertanggungjawabkan proses dan hasil karya di depan dewan penguji.
Secara sederhana, tugas akhir kriya adalah proyek puncak yang menampilkan keahlian unik siswa dalam menciptakan karya seni yang indah dan bernilai guna, seringkali dengan sentuhan budaya Indonesia yang kaya.
Tugas akhir siswa seni rupa adalah membuat karya seni dengan proses mendokumentasikan ide, konsep, teknik, hingga penyelesaiannya, seringkali berupa karya seni lukis 2 dimensi, patung, atau desain, yang mengeksplorasi tema tertentu seperti imajinasi, budaya, atau isu sosial, dan didukung laporan karya serta pameran. Tujuannya mengembangkan kreativitas, ekspresi diri, keterampilan teknis (menggambar, mewarnai, dll.), dan pemahaman konsep seni.
Jenis-jenis Karya Tugas Akhir:
Karya 2 Dimensi: Lukisan (kanvas, cat air, akrilik), gambar (stilasi objek alam/budaya), seni grafis, batik, mozaik, atau desain grafis.
Karya 3 Dimensi: Patung, relief, kerajinan keramik, atau instalasi seni.
Tahapan Umum Pembuatan Tugas Akhir:
Munculkan Gagasan: Dari imajinasi, observasi objek langsung, internet, atau pengalaman pribadi (misal: masa kecil, isu sosial).
Tentukan Konsep & Teknik: Pilih media (cat, tanah liat, dll.) dan teknik (plakat, stilasi, dll.) yang sesuai dengan gagasan.
Buat Sketsa/Rancangan: Gambar awal sebagai dasar karya.
Proses Penciptaan: Wujudkan karya sesuai teknik yang dipilih (melukis, membentuk, mengukir, dll.).
Penyempurnaan (Finishing): Sentuhan akhir agar karya maksimal.
Dokumentasi & Laporan: Membuat laporan berisi proses dari ide hingga jadi, termasuk sketsa, foto proses, dan deskripsi.
Pameran (Opsional/Wajib): Mempresentasikan karya di pameran sebagai bagian dari apresiasi dan evaluasi.
Contoh Tema Gagasan:
Imajinasi masa kecil (superhero, fantasi).
Adaptasi budaya (motif batik, arsitektur tradisional).
Ekspresi diri (perasaan, pengalaman remaja/adolesens).
Penerapan teknologi (Augmented Reality/Virtual Reality dalam pameran).
Tugas akhir siswa seni lukis adalah penciptaan karya seni lukis (biasanya 2 dimensi) berdasarkan konsep atau ide personal (seperti pengalaman masa kecil, fabel, atau isu sosial) yang dieksekusi melalui proses mendokumentasikan tahapan (sketsa, pewarnaan, finishing) dan diakhiri dengan laporan naratif serta presentasi karya, mencakup tujuan, proses, dan analisis estetika karya tersebut.
Komponen Utama Tugas Akhir
Karya Seni Lukis: Sebuah karya lukisan orisinal (kanvas, dll.) yang merefleksikan ide atau konsep yang dipilih, menggunakan teknik dan media yang dipelajari (cat air, akrilik, dll.).
Konsep/Ide: Gagasan utama yang mendasari karya, misalnya:
Pengalaman pribadi (kenangan masa kecil).
Sumber ide dari cerita (fabel).
Imajinasi tentang topik tertentu (superhero masa kecil).
Isu sosial atau tema kontemporer.
Proses Penciptaan: Tahapan-tahapan teknis dalam membuat lukisan, mulai dari:
Sketsa: Konsep awal visual.
Pewarnaan/Pengeblokan: Aplikasi warna dasar dan detail.
Finishing: Sentuhan akhir pada karya.
Laporan/Karya Tulis: Dokumen yang menjelaskan secara rinci:
Pendahuluan: Latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan karya.
Kajian Pustaka: Teori seni lukis yang relevan.
Metode Penciptaan: Penjelasan proses yang dilakukan.
Analisis Karya: Penjelasan bentuk, isi, dan estetika karya berdasarkan teori.
Contoh Tema dan Konsep
"Kenangan Indah Permainan Masa Kecil": Mengangkat nostalgia dan visualisasi permainan tradisional.
"Fabel sebagai Sumber Ide": Menjelajahi moral dan visualisasi cerita fabel.
"Adolesens": Merepresentasikan masa transisi remaja ke dewasa melalui unsur visual.
Tujuan
Menunjukkan kemampuan siswa dalam mengekspresikan ide melalui seni lukis.
Menguasai teknik melukis tertentu.
Mengembangkan pemahaman teoritis dan praktis dalam penciptaan karya seni murni (fine art).